Bangga Akan Indonesia

    by -
    0 283

    Ketika tulisan ini dibuat, keesokan harinya adalah tanggal 17 Agustus 2017, hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Seperti biasa, semangat kebangsaan didengung-dengungkan lagi dimana-mana. Terutama dengan pengibaran bendera merah putih dan lomba tujuhbelas-agustusan di berbagai tempat. Relevan dengan usia negara kita yang sudah 72 tahun, satu pertanyaan muncul, sudahkah kita bangga dengan Indonesia ?

    Pada Oktober 2005 saya sempat menulis di sebuah blog, judulnya “Seharusnya Kita Bangga Sebagai Bagian dari Bangsa Indonesia”.  Kemudian tulisan tersebut dimuat lagi dengan edisi revisi pada blog lainnya di bulan Maret 2009. Meski kini kedua blog tersebut sudah saya hapus. Nah, saya coba me-review lagi tentang tema tersebut di blog ini, tentu dengan judul dan isi yang berbeda : Bangga Akan Indonesia.

    Setelah peristiwa kerusuhan Mei 1998, Indonesia dianggap sebagai negara gagal. Sehingga tidak ada lagi kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Sebagian dari kita mungkin masih ingat, waktu itu di berbagai mailing list ada cerita dari seorang anak Indonesia yang bersekolah di Singapura bagaimana ia di-bully oleh teman-temannya, karena kondisi Indonesia yang sedang hancur lebur. Benar-benar sangat memprihatinkan. Kepada saya juga yang waktu itu sedang bertugas di Afrika Selatan, ada satu-dua orang kulit putih bertanya : “What’s happened to your country ?” Setahun kemudian, di akhir 1999 bahkan kehormatan Indonesia semakin terpuruk, yakni dengan lepasnya Timor Timur dari bumi pertiwi.

    Namun, perlahan tapi pasti Indonesia bangkit kembali. Meski disertai dengan berbagai gejolak sosial dan politik. Terhitung pada satu dekade silam saja, Indonesia masih ditimpa oleh berbagai masalah dan juga bencana alam. Sebut saja teror bom dahsyat di Bali dan Jakarta, tsunami di Aceh, gempa di Jogja, berbagai kasus korupsi, pungli, hutang yang menumpuk, serta Indeks Pembangunan Manusia yang rendah. Nah dari masalah-masalah bangsa itu, kita merasa bangsa Indonesia sedemikian terpuruknya dan berada di garis belakang dari perlombaan antar bangsa dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan waktu itu.

    Padahal seharusnya kita itu bangga terhadap bangsa Indonesia, dilihat dari kekayaan alam, kekayaan budaya, jumlah penduduk yang besar, dan wilayah yang sangat luas. Juga dengan kesuksesan pemilu presiden langsung di 2004, peleburan GAM ke NKRI, pers dan media yang semakin terbuka dan variatif, serta industri transportasi dan telekomunikasi yang semakin berkembang.

    Meski sedemikian memiliki masalah bangsa saat itu, rasa bangga akan Indonesia tetap harus ditunjukkan di berbagai forum di luar negeri. Saya waktu itu bahkan untuk menunjukkan pride akan bangsa Indonesia berusaha tampil semangat di forum seminar internasional yang berlangsung di Jepang, dengan memberikan presentasi yang membanggakan tentang project-project besar di Indonesia.

    Setelah sekian tahun berlalu, satu per satu persoalan bangsa telah kita hadapi. Tentu saja tidak semuanya tuntas, dan masalah-masalah pun masih berlanjut. Dan, kini kita berada di tahun 2017. Bisa dikatakan sekarang kita sudah lebih baik dari sebelumnya..

    Harus kita akui pemerintahan SBY telah cukup on the track dalam mengelola Indonesia, meski dengan banyak catatan seperti kasus Bank Century, Hambalang, dan kasus Antasari Azhar. Tapi paling tidak harga diri kita sebagai bangsa telah cukup meningkat, sebagaimana yang kita rasakan. Hutang ke IMF telah berhasil dibayar lunas. GDP Indonesia meningkat berada di posisi 16 dunia, sudah melampaui Belanda. Pembangunan kota-kota di Indonesia semakin bertambah maju, termasuk pembangunan berbagai infrastruktur di Jabodetabek, di Jawa dan juga luar jawa.

    Mungkin bisa kita katakan ada semacam miracle of economy pada masa periode kedua pemerintahan SBY tahun 2009 – 2014. Pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan demikian pula. Juga yang membanggakan adalah kemampuan angkatan bersenjata kita yang semakin meningkat terutama dengan pengadaan berbagai alutsista untuk mencapai minimum essential force (MEF). Kekuatan TNI saat ini setidaknya masuk dalam 14 besar dunia dan berpotensi untuk naik peringkat lagi.

    Juga dalam bidang industri, semakin bertambah industri yang memasuki pasar ekspor dunia, baik dari badan usaha milik negara maupun dari kalangan swasta. Sebut saja kita telah berhasil mengekspor kapal perang jenis SSV ke Filipina, kereta api ke Bangladesh, Australia, Malaysia dan juga yang sedang dalam pengerjaan untuk Sri Lanka dan Zambia, pesawat terbang CN-235 dan helikopter ke berbagai negara, panser Anoa, senjata SS (senapan serbu), dan berbagai perlengkapan militer lainnya.

    SSV-BRP-Tarlac-601Kapal perang SSV Filipina buatan PT PAL

    Pesawat N219Pesawat N219 uji terbang perdana hari ini dan sudah dipesan 200 unit termasuk oleh Malaysia

    Sedangkan dari kalangan swasta beberapa diantaranya adalah brand Indomie, Polytron, Terry Palmer, sepeda Polygon dan perusahaan energi Medco yang telah melakukan eskpansi ke luar Indonesia. Tentu kita tidak melupakan hasil olahan alam kita seperti minyak sawit, kopi, karet, kakao, yang mana Indonesia merupakan eskportir terbesar dunia. Termasuk juga barang tambang seperti batubara.

    Belum lagi beberapa BUMN Indonesia yang telah mencapai kelas dunia seperti Garuda Indonesia yang sering mendapat penghargaan, salah satunya sebagai The World’s Best Cabin Crew. Juga ada Telkomsel yang berada dalam urutan ke tujuh operator telekomunikasi terbesar dunia. Bahkan induknya PT Telkom telah beroperasi di luar Indonesia dengan mendirikan anak usaha PT Telkom International (Telin). Selain itu yang melakukan ekspansi ke luar negeri adalah Pertamina, Bank BNI dan Bank Mandiri. Sedangkan kontraktor-kontraktor semacam PT Rekayasa Industri tidak kalah bersaing dalam mendapatkan proyek-proyek di luar negeri.

    Tentu saja prestasi-prestasi anak bangsa di atas sangatlah membanggakan ! Hingga Presiden kita sekarang dapat berdiri sejajar di antara pemimpin-pemimpin negara lainnya pada pertemuan G-20. Sedangkan keanggotaan Indonesia di negara-negara G-20 saja sudah cukup membanggakan, yang membuat iri negara-negara di kawasan ASEAN. Dengan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia, serta dengan wilayah yang sangat luas bagaimana kita tidak bangga akan negara kita. Apalagi ditambah dengan kekayaan dan keindahan alam yang mempesona, hingga mengundang tokoh-tokoh dunia untuk berlibur seperti Raja Salman, mantan Presiden Barrack Obama dan PM Najib dari Malaysia.

    Ditambah lagi dengan semakin meningkatnya akan kesadaran kaum diaspora Indonesia yang menyebar di berbagai belahan benua. Tidak hanya mengandalkan TKI atau TKW yang sekarang sudah dapat meningkatkan skill dan sudah dapat sedikit jual mahal di luar negeri, para tenaga terdidik Indonesia dengan latar belakang pendidikan sarjana juga sekarang mulai merambah dunia, terutama di bidang telekomunikasi, manufacturing, infrastruktur sipil, pelayaran, perminyakan dan pertambangan umum. Semakin dikenalnya tenaga terdidik Indonesia itu setidaknya efek dari dunia global yang semakin menyatu didukung oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dan internet. Apalagi dengan berbagai aplikasi media sosial (facebook, whatsapp, twitter, LinkedIn), menjadikan orang-orang Indonesia senantiasa terhubung dengan kolega di luar negeri.

    Kemajuan dunia komunikasi di atas secara langsung atau tidak langsung membuat minat orang berwisata mengunjungi tempat-tempat di luar negaranya semakin meningkat. Pun tidak ketinggalan minat orang-orang Indonesia untuk berwisata ke luar negeri. Dari ini saja setidaknya membuat Indonesia semakin dikenal, dan tentu semakin menaikkan pride orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri, entah itu bagi yang sekedar berwisata atau yang lama menetap untuk bekerja, berusaha atau studi di negara lain tersebut.

    Tidak kalahnya kemampuan bangsa Indonesia juga dapat dilihat dari aplikasi-aplikasi online atau start-up semacam Gojek, Bukalapak, dan Traveloka. Ini artinya untuk bidang IT sendiri bangsa Indonesia sudah banyak memiliki jago-jago tingkat dunia. Hanya masalah kesempatan saja untuk mencapai kesuksesan setaraf facebook, whatsapp, dan twitter.

    Pembangunan infrastruktur pada masa Presiden Jokowi sekarang ini malahan semakin dikebut. Misalnya tol trans jawa, tol trans sumatera, bandara-bandara baru, jalur kereta api sulawesi, jalan trans papua, berbagai kawasan industri baru, dan sebagainya. Apalagi pembangunan di Ibukota Jakarta dan daerah penyangganya Bodetabek. Kalau dilihat semakin banyak kemajuan yang cukup berarti, misalnya layanan kereta commuter line yang semakin baik, pembangunan MRT, LRT, jalan layang tol dan non-tol, jalur bus way, serta gedung-gedung tinggi yang semakin menunjukkan kemajuan ekonomi Indonesia, menjadi negara yang makin disegani.

    Sehingga wajar misalnya Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara berbagai event olahraga internasional, seperti misalnya Asian Games 2018. Apalagi dengan dibangunnya stadion-stadion sepakbola yang bertaraf internasional di banyak kota, sehingga Indonesia sudah cukup percaya diri untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah piala dunia.

    renovasi GBK2Renovasi stadion Gelora Bung Karno untuk Asian Games 2018

    Apapun, dengan kondisi harga minyak dunia yang semakin menurun serta lesunya daya beli masyarakat pada tahun 2017 ini, ekonomi dan pembangunan Indonesia tetap harus digiatkan. Di tengah isu hegemoni China yang semakin menguasai ekonomi dunia, tantangan bangsa Indonesia masih banyak yang harus dihadapi. Hutang yang semakin besar meski masih dalam ratio yang aman serta korupsi yang masih saja ada, termasuk terakhir masalah bahan pokok beras, bawang, dan garam, maka satu-persatu masalah tersebut harus diselesaikan.

    Memang, dalam bidang produksi alat militer misalnya, masih banyak PR bagi kita untuk meningkatkan kemampuan produksi kapal selam, kapal induk, pesawat tempur, tank lapis baja, peluncur roket dan sebagainya. Tapi semua itu sudah dalam proses, misalnya dengan adanya kerjasama dengan Korea Selatan dan Turki saat ini. Di samping itu industri dalam negeri tetap terus meningkatkan pengembangan dan riset mereka.

    galangan-kapal-selam-pt-pal-3Konstruksi galangan kapal selam PT PAL

    Juga dalam bidang olahraga, masih sedikit atlet Indonesia yang pernah menjadi juara dunia yakni dari cabang bulu tangkis, tinju dan panahan. Saat ini, atlet-atlet dunia dari Asia didominasi oleh negara Jepang, China dan Korea Selatan sebagai bangsa yang telah maju. Mudah-mudahan dalam tahun-tahun mendatang sudah ada orang Indonesia yang menjadi juara dunia di bidang tenis, atletik, tenis meja, hingga golf dan sepakbola.

    Dengan potensi Indonesia yang dapat semakin berkembang lagi, banyak lembaga dunia memperkirakan bahwa pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menempati 5 besar dunia setelah China, Amerika Serikat, India dan Brazil.

    Apapun, dengan prestasi pencapaian bangsa Indonesia saat ini, sudah seharusnyalah kita bangga akan bangsa Indonesia. Merdeka !

    FacebookTwitterGoogle+Share

    NO COMMENTS

    Leave a Reply