Semua Ada Masanya
Entah kenapa kalau saya berselancar di internet selalu selalu memiliki ketertarikan membaca berita yang ada hubungannya dengan teknologi atau yang ada hubungannya dengan dunia IT ataupun produk baru yang sering di umumkan di koran online ataupun diberitakan di timeline facebook. Berita seperti ini selain menambah pengetahuan saya sembari jalan jalan di internet, juga secara tidak langsung ikut mengingatkan saya bahwa belajar tidak mengenal kata terlambat. Tapi ketika saya membaca berita tentang perusahan ataupun produknya yang ditutup untuk selamanya, ada perasaan sedih mensikapi peristiwa yang dialami perusahan tersebut, apalagi saya pernah menggunakan produknya. Yang terbaru adalah ketika mendengar bahwa Yahoo di beli oleh Verizon. Atau ketika membaca berita Yahoo Messenger tidak lagi aktif karena kalah bersaing dengan messenger lainnya seperti whatsapp, telegram, snapchat, dll. Kalau di rinci satu persatu tentu masih ada banyak lagi perusahan yang berpindah tangan atau memang di tutup selamanya, seperti jejaring sosial friendster, hotmail messenger, dll. Berita kebangkrutan perusahan dan produknya setidaknya mengingatkan saya bahwa segala sesuatunya didunia ini akan memiliki masa kemunculannya, masa pertumbuhannya, masa kejayaannya, dan masa penurunannya, atau bahkan masa kepunahannya. Singkat kata: Semua memiliki Masanya.
Ada masa masa berhasil (masa jaya) dan ada juga masa masa gagal. Bila kita masih dalam tahapan pencarian jati diri dan ingin belajar banyak dari cerita atau pengalaman perjalanan hidup orang lain atau perjalanan sebuah perusahan, cerita yang mana sebaiknya perlu kita pelajari? Dari beberapa artikel yang saya baca di internet, saran yang paling mengena buat saya adalah yang menyarankan untuk mempelajari cerita kegagalan seseorang atau cerita kegagalan sebuah perusahan seperti apa yang di ungkapkan oleh pepatah berikut ini: „do not read success story because you will get only message, read failure story you will get some ideas to get success. Dan memang benar selalu ada value yang bisa saya ambil hikmahnya dari cerita kegagalan orang lain. Dan bila seandainya dalam hidup ini “mata kuliah kegagalan” memang wajib di ambil ataupun wajib di jalani dalam perjalanan hidup kita, banyak yang menyarankan sebaiknya di ambil atau di selesaikan ketika kita masih muda usia. Kesulitan hidup yang dijalani ketika kita masih muda akan bisa membentuk fondasi karakter yang kuat dalam mengahdapi tantangan hidup kedepan. Demikianlah kutipan artikel yang selalu saya ingat. Ibarat kata pepatah tidaklah mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal. Bila sudah pernah mengalami masa sulit, akan membantu menyeimbangkan pikiran kita bila saatnya mengalami masa jaya. Kitapun bisa terhindar dari perasaan yang terlalu bergembira bila hidup lagi senang, ataupun terhindar dari perasaan sedih berlarut larut bila hidup lagi meredup.
Memiliki kepribadian yang seimbang banyak saya temui dari orang orang jerman dalam keseharian hidup, apapun profesinya hampir semuanya memiliki kesetaraan. Entahlah apakah dikarenakan Jerman merupakan negara yang menganut paham sosialis atau karena negeri Jerman pernah mengalami kegagalan ataupun kehancuran ketika perang dunia ke 2. Dari pengalaman hidup para pendahulunya, sepertinya kepribadian orang jerman saya amati, baik itu yang kaya ataupun yang miskin hampir tidak beda jauh. Yang kaya hidup tidak terlalu menonjolkan kelebihannya, dan mereka yang kurang mampu juga tidak terlalu merendahkan dirinya. Mungkin karena mengalami masa masa sulit sudah pernah mereka lalui, dan menjadi negeri makmur ataupun mengalami masa makmur pun jadi biasa biasa saja. lebih lanjut bercerita mengenai kota atau wilayah yang pernah mengalami masa jaya kemudian mengalami masa suram namun sekarang berusaha untuk bangkit lagi saya amati terjadi di kota kota yang ada di barat daya jerman yang merupakan bagian dari Negara bagian NRW (Nord Rhein Westfallen). Kota Duisburg yang terletak di negara bagian NRW, pada masa keemasannya bersama kota tetangganya Gelsenkirche di Ruhrgebiet pernah menjadi kota industri tambang terbesar di jerman. Sebagai pusat logistik dan pusat industri besi dan baja, Duisburg memang tidak bisa menghindar dijadikannya sebagai target utama bagi sekutu pada perang dunia 2, di bombardir hingga kota Duisburg menjadi porak poranda. Melengkapi keruntuhan kota Duisburg yang di dukung dengan menipisnya kandungan besi dan baja di daerah tambang di Duisburg semakin mempercepat meredupnya perekenomian kota ini dan mempercepat keruntuhan kebesaran kotanya hingga akhirnya mulai di tinggalkan oleh perusahan pendukung industri tambang. Sisa sisa kebesaran jaman dulu kota ini sesungguhnya masih bisa di lihat jelas dari saksi bisu Hauptbahnhof (stasiun kereta api) di pusat kota Duisburg yang berukuran cukup luas namun terlihat tua. Setelah menyadari masa kejayaan industrie tambang Negara bagian NRW sudah berakhir, kota kota yang tergabung didalam NRW mulai untuk bangkit lagi dengan industrie yang sesuai dengan kekinian seperti IT, Semikonduktor, dll.
Bagaimana dengan industrie Otomotive Jerman yang sejak lama bersama dengan Jepang mendominasi pasar penjualan mobil dunia akankah mereka memiliki masa jaya yang abadi. Jawabannya tentulah tidak. Dengan dimulai dibukanya keran pasar bebas di eropa, mobil dari china dan korea dengan harga yang terjangkau, sedikit banyak membuat industrie mobil jerman mulai berbenah. Munculnya mobil Hybrid yang dikeluarkan Toyota atau mobil electric yang dikeluarkan oleh rakitan mobil dari Amerika yaitu Tesla, juga mulai menghantui industri mobil di Jerman, Merekapun tidak ingin terkubur oleh perkembangan jaman. Penelitian bersama antara perusahan mobil jerman dengan perusahan elektrik yang ada di jerman untuk megimplementasikan motor listrik mulai banyak dilakukan dan mulai banyak diberitakan oleh majalah mobil dan majalah elektri yang ada di jerman. Bekerja sama dengan Siemens dan Bosch, industry mobil jerman pun sepertinya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kompetisi mobil listrik menghadapi kompetitornya Tesla dari Amerika. Mereka menyadari masa jaya mobil berbahan bakar minyak mungkin suatu saat nanti akan mengalami masa penurunannya seiring dengan semakin terjangkaunya harga mobil yang bermotor electric. Tidak hanya terhenti pada penelitian bersama pada aplikasi pengembangan mobil bermesin elektrik, pemerintah jerman bersama dengan swasta terus berupaya mengembangkan energi listrik yang ramah terhadap lingkungan sebagai upaya untuk terus beradaptasi terhadap perubahan sang waktu, seperti energi listri tenaga surya, energi listri tenaga angin yang mereka yakini suatu saat nanti akan mengganti masa kejayaan pembangkit listrik yang berbahan bakar minyak ataupun gas.
Mengamati perubahan tanda tanda alam yang terus bergerak dinamis dan cepat memang mau tidak mau membuat kita sebagai individu dituntut untuk terus belajar tanpa henti dan tidak mengenal usia, agar kita tidak tenggelam terkubur oleh jaman. Kejayaan pasar jual beli barang barang bekas atau biasa kita kenal dengan pasar loak atau di jerman dikenal dengan nama Flohmarkt yang dijaman dulu selalu di tunggu tunggu oleh sebagian besar masyarakat untuk membeli barang barang murah, namun seiring dengan terjangkaunya biaya berlangganan internet di rumah, masyarakat jerman saat ini lebih tertarik berjualan dan berbelanja di toko online atau di flohmarkt online yang barangnya bisa di ambil sendiri atau dikirim lewat post. Termasuk saya sendiri bersama istri saya gemar berjualan dan berbelanja barang barang bekas di “Ebay Kleinanzeige” yaitu pasar jual beli online yang barangnya bisa di lihat dulu kerumahnya sebelum di beli atau orang lain bisa dating ke tempat saya sebelum membelinya. Pengetahuan tentang online marketing, online shop, berjualan online, berbelanja online, Marketplace, online payment, sepertinya saat ini adalah pengetahuan dasar dagang yang wajib kita pelajari untuk memudahkan hidup kita di masa yang sedang kita lalui saat ini, sehingga kita tidak hanya dijadikan sebagai object oleh digital marketing yang sedang berkembangan saat ini tapi juga bisa menjadi subject yang ikut meramaikan perkembangan dunia digital. Bila dikemudian hari era digital marketing ini akan punah, disaat itu juga kitapun harus siap belajar sesuatu yang baru demi untuk bisa ikut serta “menari” sesuai dengan ritme gendangnya sang waktu. Karena satu satunya yang kekal dialam ini hanyalah perubahan.




