Kegagalan Adalah Keberhasilan Yang Tertunda

Kegagalan Adalah Keberhasilan Yang Tertunda

by -
0 466

Sepak bola Piala Eropa 2016 yang merupakan turnamen 4 tahunan, barusan berakhir pada hari minggu 10 juli 2016, dengan Portugal sebagai pemenangnya yang mengalahkan tuan rumah Perancis. Perancis yang sejak semula di unggulkan akan memenangkan turnamen ini karena permainannya yang bagus sejak pertandingan dimulai di penyisihan group terpaksa harus mengakui keunggulan Portugal di partai final, team yang tidak di unggulkan dan sempat terseok seok di awal turnament. Namun memang seperti itulah sepak bola, tidak ada yang bisa menebak siapa yang akan memenangkan pertandingan. Buat Portugal kemenangan ini adalah sebuah penantian panjang sejak lama atau lebih tepatnya sejak 12 tahun lalu, dimana di tahun 2004 Portugal menjadi tuan rumah penyelenggara piala eropa dan merupakan kandidat juara saat itu, namun di partai final portugal harus mengakui keunggulan team sepak bola Yunani yang ketika itu menjadi juaranya.

ronaldo2Masih melekat di ingatan kita ketika final piala eropa 2004, dimana Cristiano Ronaldo yang saat itu merupakan remaja yang berbakat karena usiannya yang baru menginjak 20 tahun tampak menangis dengan sangat emosional, dan para pemirsa di televisi ataupun penonton di stadion pun ikut larut dalam kesedihannya, karena saat itu team Portugal sesungguhnya memang layak menang, namun dewi fortuna belum berpihak kepada team tuan rumah Portugal. Kalau mengamati pencapaian yang di raih team portugal dari Kegagalan yang di terima di tahun 2004 dan kemenangan yang mereka raih di tahun 2016, seperti membawa pesan nyata kepada kita semua bahwa kegagalan bukanlah akhir dari kehidupan melainkan bermakna keberhasilan yang tertunda. Dan portugal pun sudah membuktikannya serta menunjukkannya kepada kita di piala eropa 2016.

jermanKeberhasilan yang di capai portugal bila di runut jauh kebelakang adalah merupakan bagian dari proses perjuangan yang panjang. Cerita yang sama pernah terjadi pada sepakbola piala dunia yang berlangsung di Mexico di tahun 1986, dimana para pemain sepakbola Jerman yang di pimpin Karl Heinz Rumenege menangis di partai final dikalahkan oleh Argentina yang di pimpin oleh Maradona, namun 4 tahun kemudian Jerman bangkit untuk menjadi pemenangnya di sepak bola piala dunia yang berlangsung di Italy dengan menjadi juara dunia mengalahkan argentina. Jadi kekalahan Jerman di piala dunia 1986 di ibaratkan oleh sebagian besar pengamat bola sebagai sebuah kemenangan yang tertunda, dan akhirnya kemenangan yang sesungguhnya mereka dapatkan di tahun 1990 dengan pemain bintangnya saat itu adalah Jurgen Klinsmann dan Lothar Matheus.

Japanese-proverb-inspirational-motivational-quotesBelajar dari semangat juang yang di tunjukkan oleh para pemain sepakbola profesional yang selalu meyakini bahwa bola adalah selalu bundar dan siapa saja bisa menjadi pemenang. Jadi ketidak mampuan seseorang untuk bangkit bila dalam hidupnya pernah mengalami kegagalan, lebih dikarenakan kita masih merasa menjadi orang yang lama. Padahal sesungguhnya setiap hari adalah hari yang baru buat setiap orang. Yang artinya setiap orang setiap harinya memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Dan harapan untuk memiliki masa depan yang lebih baik pun adalah sesungguhnya peluangnya sama untuk setiap orang, yang tentunya tergantung dari usahanya masing masing atau di tentukan oleh semangat juangnya untuk merubah dirinya.

13530597_10153488925486946_1453780087_nBila sekiranya untuk melupakan kegagalan di masa lalu atau usaha untuk merubah diri dirasa terlalu berat atau tidak mungkin, mengutip apa yang disarankan oleh Reid Hoffmann, founder dari Linked In yang mengatakan: The fastest way to change yourself is to hang out with people who are already the way you want to be. Jadi cara tercepat untuk merubah diri kita adalah dengan cara berbaur ataupun mendekatkan diri dengan orang lain yang memiliki kesamaan keinginan (cita cita) atau bergabung dengan orang lain yang sudah menjadi atau sudah mendahului mendapatkan apa yang ingin kita cari. Oleh karena itu,  sekali lagi kita jangan sampai terjebak larut dalam kesedihan atau merasa kita telah gagal atau game over bila seandainya dalam hidup kita pernah mengalami kegagalan. Yang kita perlukan hanyalah banyak latihan dan perlu kegigihan untuk bangkit. Keep going, fall seven times stand up eight, demikian kata pepatah jepang. Karena bila kita mampu memotivasi diri dan terus berusaha konsisten dengan perjuangan kita, kegagalan yang di terjadi sebelumnya adalah sama seperti cerita pemain bola diatas, merupakan keberhasilan yang tertunda. Segala sesuatu bila kita perjuangkan secara terus menerus akan kita dapatkan bila waktu yang tepat tiba saatnya.

indah1Everything comes to you in the perfect time begitulah pepatah mengatakannya atau indah pada waktunya. Dan hal inipun terjadi pada Cristiano Ronaldo. Dimana sebagian besar orang berkomentar mengenai kemenangan Portugal di piala eropa 2016 seperti sebuah kemenangan yang lengkap buat Ronaldo juga. Dengan menyandang predikat sebagai pemain terbaik eropa dan dunia untuk beberapa kali, namun belum mampu mempersembahkan hadiah kemenangan untuk negaranya, tentu menjadi beban yang berat buat Ronaldo. Iapun kerap disindir oleh pengamat bola bahwa kebintangannya di level club terlalu melekat dan dilapangan hanya ingin dilayani diberikan umpan bola yang baik yang membuat ia selalu gagal bekerjasama ketika ia mewakili negaranya.  Image negative yang dialamatkan kepadanya, ia bantah ketika ia di wawancarai sehari sebelum pertandingan final piala eropa sebelum menghadapi perancis.

Ia mengatakan bahwa target yang ingin ia capai di piala eropa 2016 kali ini adalah bisa mempersembahkan kemenangan buat negaranya. Dan ia sama sekali tidak memiliki ambisi pribadinya untuk menjadi “player of the tournament” atau pemain terbaik. Sikap yang merendah dan sudi mengedepankan kepentingan bersama atau kepentingan negaranya diatas ambisi pribadinya yang ia sampaikan disaat wawancara sehari sebelum final mendapatkan banyak simpati dari pemirsa televisi yang surprise akan komentarnya. Salah satu reporter televise jerman bahkan mengatakan bahwa Ronaldo di usianya yang sudah menginjak 32 tahun seperti sudah memasuki usia dewasa yang kenyang akan pengalaman hidup dan sudah banyak belajar dari perjalanan hidupnya atau dari pengalaman dan kesalahan pribadinya.

portugalSeperti sebuah “kemenangan” yang telah didapatkan Cristiano Ronaldo dari pemirsa televisi sebelum ia melakoni pertandingan final,  hanya karena komentarnya yang down to earth, entah dibuat oleh Ronaldo secara sengaja yang merupakan bagian dari marketing strategi untuk mendapatkan dukungan dari pemirsa sebelum menghadapi perancis. Atau komentar Ronaldo di televisi di sampaikannya memang dari lubuk hatinya yang dalam. Apapun yang melatarbelakangi komentarnya, seperti biasa pemirsa ataupun kita sebagai human being tampaknya memang senang kepada mereka atau siapa saja yang tampil dan behave low profile atau memang senang kepada mereka yang tidak terlalu menyombongkan dirinya. Mereka yang berkarkter “humble down to earth” memang selalu mendapatkan simpati dari orang lain, dan sepertinya itu memang sudah hukum alam. Dan itu pula terjadi pada Ronaldo, yang sadar bahwa tidak mudah menaklukkan team tuan rumah yang di unggulkan, satu satunya cara selain berusaha yang terbaik adalah berserah kepada yang maha kuasa serta berharap mendapatkan dukungan dari penonton atau pemirsa televisi.

Refleksi

BdhwtFvCYAAWIvFSeperti sudah menjadi catatan manusia bahwa laut lebih luas dari daratan. Namun letaknya paling rendah. Menerima segala yang datang dari atas, sungai maupun daratan. Laut mengajarkan kita untuk rendah hati, meskipun kita memiliki segalanya. Belajar dari perjalanan hidupnya, keberhasilan dan kegagalannya, Cristiano Ronaldo yang sudah memenangkan segalanya di level club dan sudah memiliki dan menunjukkan segalanya bila di lihat dari sisi materi, namun ia belum bisa mempersembahkan kemenangan ataupun mempersembahkan kebahagiaan untuk negaranya atau bahkan ia belum bisa „memenangkan“ hati orang lain dengan segala prestasinya.

Namun diluar dugaan dalam wawancaranya sehari sebelum final piala eropa 2016, ketika ia „merendah“ mengembalikan dirinya sebagai pribadi yang sama seperti pemain lainnya atau sebagai warga portugal yang berharap ingin memberikan hadiah kemenangan buat negaranya atau ingin memberikan yang terbaik buat negaranya, secara tidak sengaja komentarnya yang ia sampaikan dengan segala kerendahan hatinya „memenangkan“ dan memikat hati orang lain dan pemirsa televisi. Hingga akhirnya dukungan dan doa pun mengalir dari pemirsa ikut mendoakan Ronaldo disaat final hingga akhirnya ia mampu mewujudkan cita citanya sebagai pemain profesional yang bisa mempersempahkan „hadiah“ kemenangan buat negaranya.

Mengakhiri cerita ringan saya kali ini, Alam semesta sangat cerdas sehingga tidak akan mungkin terus menerus mengalirkan energy yang dimilikinya pada saluran yang buntu. Dengan merendahkan sikap ataupun ucapan kita, persahabatanpun akan mengalir lebih banyak, yang membuat hidup kita jadi nyaman.

FacebookTwitterGoogle+Share

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply