Mari Mengembangkan Budaya Yang Baik

Mari Mengembangkan Budaya Yang Baik

by -
0 553

Parade Budaya 2016 yang berlangsung di Frankfurt barusan berakhir yang dilaksanakan pada hari Sabtu 25 Juni 2016. Parade yang berlangsung setiap 2 tahun sekali ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Frankfurt dengan melibatkan partisipasi masyarakatnya yang berdomisili di Frankfurt. Kota Frankfurt yang termasuk kota metropolitan dihuni oleh hampir seluruh ras dari seluruh belahan dunia, termasuk juga warga indonesia. Dan festival parade budaya ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada warganya untuk memperkenalkan budaya asli dari negaranya, tapi juga memberikan kesempatan untuk melihat budaya yang di perkenalkan oleh warga lainnya. Dengan mengenali budaya orang lain melalui festival ini diharapkan jalinan toleransi diantara warga frankfurt bisa di pupuk dengan baik.

ccultureSebelum saya bercerita lebih jauh mengenai budaya, mungkin kita perlu mengerti apa itu makna dari budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Jadi kebudayaan yang saya maksudkan disini adalah merupakan kebiasaan yang terbentuk dan berlangsung secara turun temurun serta akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, berbekal dari pentingnya mengenali kebudayaan jerman bagi warga asing yang menetap di jerman dan pentingnya masyarakat asli jerman mengenali kebudayaan tetangganya yang berasal dari negara lainnya, pemerintah kota Frankfurt berharap parade budaya internasional ini sebagai festival yang layak untuk di tonton oleh setiap warga yang ada di kota frankfurt.

societyBanyaknya jumlah para pendatang pencari suaka dari Negara lain karena konflik horizontal dinegaranya dan ingin menetap di jerman adalah sesungguhnya merupakan pekerjaan yang cukup besar dan rumit bagi pemerintah jerman, yang penempatannya di distribusikan ke kota kota yang ada di jerman dan jumlah yang di tampung oleh setiap kota di sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan APBD kota masing masing. Step pertama agar bisa nyaman merantau atau menetap di negara lain adalah pastinya bisa mengerti bahasa yang digunakan di negara dimana kita menetap, sehingga dengan kemampuan berbahasa lokal sudah pasti akan di ikuti dengan perasaan nyaman untuk berinteraksi dengan lingkungan dimana ia tinggal dan selanjutnya bisa mencari kerja untuk menafkahi keluarganya.

germanBerkemampuan berbahasa Jerman dengan baik tentu belumlah menjadi jaminan bisa berbaur atau di terima di lingkungan kita di jerman. Mengenali aturan, baik itu tertulis atau tidak tertulis, adat istiadat dan kebiasaan orang jerman, atau biasa kita kenal dengan budaya adalah juga sangat penting untuk diketahui oleh para pendatang yang menetap di jerman. Melalui festival parade budaya yang di selenggarakan oleh pemerintah kota frankfurt memang banyak membantu menjembatani masyarakat asli jerman dengan masyarakat pendatang untuk saling kenal dengan baik satu dengan yang lainnya. Para pendatang bisa terhindar dari perasaan lonely atau home sick , dan dari festival parade budaya ini mereka bisa menyadari bahwa mereka tidak sendirian merantau di jerman atau di kota frankfurt. Bila masyarakatnya merasa nyaman, akhirnya pemerintah kota frankfurt pun bisa merasa senang karena bisa menghibur masyarakatnya. Masyarakat kota frankfurt tidak hanya di suguhi pertunjukan seni dan budaya yang beraneka ragam dari berbagai negara tapi juga di suguhi festival kuliner segala jenis masakan kas negara lain yang di jual oleh masyarakat internasional itu.

indo2Indonesia selaku negara kepulauan dan negara persatuan yang berbhineka tunggal ika dengan berbagai macam suku dan agama, dalam parade budaya di kota frankfurt selalu berpartisipasi aktif setiap 2 tahunnya. Kontingen Indonesia yang di koordinir oleh Konsulat Indonesia di Frankfurt (KJRI Frankfurt) mengundang seluruh masyarakat kota Frankfurt dan sekitarnya untuk berpartisipasi dan memperkenalkan kebudayaan indonesia secara silih berganti di setiap 2 tahunnya. Oleh Pemerintah Indonesia melalui KJRI Frankfurt, kesempatan berpartisipasi di parade budaya frankfurt ini digunakan juga untuk memperkenalkan ataupun mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat dunia internasional, dan harapannya masyarakat kota frankfurt ataupun masyarakat jerman yang melihat langsung festival parade budaya ini sudi berkunjung ke indonesia sebagai turis suatu saat nanti.

ff1Kesempatan untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan dari negara peserta membuat acara parade budaya frankfurt ini setiap tahunnya selalu tampil berbeda dan semakin meriah. Masyarakat lainnya seperti Thailand dan China bahkan diorganisir dengan rapi dan profesional oleh Konsulat mereka di Frankfurt dengan mendatangkan team / rombongan kesenian langsung dari negerinya. Pemerintah Thailand dan Cina sepertinya memang sangat sungguh sungguh mempromosikan negerinya di luar negeri dan juga berharap banyak seperti pemerintah indonesia, yaitu peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dunia ke negerinya.

GoetheinstitutKembali ke thema Budaya Jerman, Pemerintah Jerman memang mengalokasikan banyak dana untuk juga mempromosika budaya mereka agar dikenali oleh masyarakat dunia internasional. Melalui lembaga Goethe Institute yang hampir bisa di temukan di seluruh negara didunia termasuk di Indonesia, Pemerintah Jerman melalui berusaha memperkenalkan bahasa jerman dan kebudayaan Jerman kepada dunia internasional dan berharap wisatawan manca negara ataupun anak anak remaja yang ingin melanjutkan sekolah / kuliah di jerman bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu di negaranya masing masing sehingga nantinya bisa mengenali budaya serta adat istiadat yang berlaku di jerman.

vhsPromosi dan pengenalan budaya jerman tidak hanya dilakukan oleh pemerintah jerman di luar negeri, tapi juga di dalam negerinya. Bagi warga asing atau masyarakat internasional yang baru tiba di jerman, juga di sarankan untuk bergabung dengan program integrasi budaya yang di selenggarakan oleh lembaga Volkhochschule (VHS atau sekolah rakyat) yang terdapat di hampir setiap kantor kecamatan yang ada di kota Jerman. Warga asing yang ingin tinggal di Jerman lebih lama dari 3 bulan dan setelah mengikuti serangkaian kursus bahasa jerman dan bila ingin mendapatkan surat ijin menetap di jerman adalah wajib mengikuti ujian Integrasi (Einburgerungtest) dengan jenis pertanyaan yang bervariasi dimulai dari sejarah jerman , sejarah provinsi ataupun kota dimana mereka tinggal, pahlawan ataupun politisi jerman, tokoh terkenal lainnya, hingga pertanyaan tentang taboo dan tidak taboo dari kebudayaan jerman yang wajib dikenali oleh para pendatang. Pertanyaan yang tidak terlalu sulit, namun perlu diketahui oleh para pendatang yang ingin menetap di jerman.

Refleksi

kulturen-

Einheit in der Vielfalt yang biasa di kenal di Jerman atau Unity in Diversity, bermakna hampir sama dengan yang biasa kita kenali yaitu Bhineka Tunggal Ika. Keanekaragaman adalah merupakan kekuatan dari kebesaran kebudayaan jerman. Tidak kenal maka tidak di sayang, istilah itu mungkin memang benar adanya. Mengenali perbedaan kebudayaan serta adat istiadat orang lain akan membantu kita dalam hal memposisikan diri dengan lebih baik.
Budaya Jerman yang selalu mendoakan orang lain dengan dengan pesan yang baik baik dan tidak pernah berharap sesuatu secara pamerih, sepertinya perlu kita tiru. Bila ada yang bepergian, pesan orang jerman yang disampaikannya adalah „Gute Reise“ „Guten Flug“ yang artinya selamat bepergian atau selamat terbang. Serta selalu di ikuti dengan pesan „kommt Gesund zurück“ yang artinya kembalilah dengan sehat seperti sedia kala. Bila ada yang berulang tahun di doakannya dengan „Viel Gluck“ yang artinya semoga beruntung. Bila ada yang berganti pekerjaan atau mendapatkan promosi pekerjaan di doakannya dengan „Viel Erfolg“ yang artinya semoga sukses di tempat baru.

oleh olehSementara di budaya kita saya temui sedikit berbeda yang mungkin perlu kita hapuskan mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri seperti kebiasaan „meminta oleh oleh“ bila ada teman yang bepergian ataupun kebiasaan „minta makan makan“ bila ada yang berulang tahun. Kebiasaan meminta minta baik itu secara sengaja ataupun tidak disengaja bila terus di pelihara dan dipertahankan secara turun temurun akan merendahkan diri kita sendiri, dan perilaku ini sayangnya sudah terbentuk dilingkungan kita dan menjadi budaya kita bersama.

Bila kita perhatikan „budaya berpesan yang penuh harap asal gratis dari orang lain“ dengan setiap kali kita berpesan „jangan lupa oleh olehnya“ atau „kapan undangan makan makannya“, dan bila pesan yang kita sampaikan itu tercapai tujuannya, kita menganggapnya adalah sebuah rejeki. Namun bila kita renungkan makna yang sesungguhnya dari pemberian tersebut adalah hutang yang secara perlahan mulai kita tumpuk dari orang lain, yang suatu saat harus kita „bayar kembali“. Dan hal ini sepertinya tidak di sadari oleh budaya kita.

Mengakhiri cerita ringan saya kali ini, belajar dari pentingnya mengenali perbedaan budaya orang lain, adat isti adat , kebiasan orang lain, belajar merubah kebiasaan kita yang sekiranya kurang baik, dan belajar mengembangkan nilai budaya kita yang kita anggap baik, kita selaku individu akan bisa membantu menciptakan budaya yang beradab yang di hormati orang lain. Mulai sekarang, mari kita membiasakan diri untuk tidak meminta oleh oleh dari orang yang bepergian dan berhentilah meminta undangan makan makan dari orang lain. jangan rendahkan harga diri kita hanya demi sepiring makanan atau hanya demi sebuah gantungan kunci atau baju kaos.

FacebookTwitterGoogle+Share

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply