Berdagang Menggunakan Toko Online
Bekerja kantoran sambil berbisnis tanpa mengganggu pekerjaan di kantor….mungkin banyak orang yang memiliki keinginan demikian termasuk saya.
Setelah mempelajari tentang seluk beluk bisnis online, maka pada tahun 2009 saya mengajak adik dan ipar untuk mencoba membuka online shop berdagang mainan anak-anak (toys).
Tantangan pertama adalah bagaimana membuat website dan membuatnya berada pada peringkat 1 di Google, atau setidaknya berada di halaman pertama Google.
Tantangan kedua adalah bagaimana menemukan sumber barang mainan (distributor) sehingga harga bisa kompetitif.
Tantangan pertama dapat saya atasi saat itu dengan mudah dengan menemukan web developer yang menawarkan jasa pembuatan website online shop dan kebetulan kantornya (tepatnya dia berkantor di rumah) yang lokasinya dekat dengan rumah saya. Dengan mengeluarkan biaya Rp 2.100.000, dalam 1 bulan website sudah selesai plus saya belajar gratis seluk beluk pembuatan website dan teknik Search Engine Optimisation (SEO) yaitu untuk membuat website berada pada peringkat atas di Google. Setelah website selesai, dalam waktu 3 minggu website saya sudah berada pada halaman pertama di Google. Hebat memang web developer saya ini.
Tantangan kedua yaitu menemukan sumber barang mainan (distributor) lumayan berat. Jenis mainan yang saya pilih adalah yang branded. Langkah pertama dimulai dengan mendatangi pedagang mainan anak-anak di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur. Beberapa pedagang saya datangi dan menawarkan kerjasama untuk supply barang ke saya, namun harga yang diberikan hanya didiskon 10% dari harga retail. Tentu saja 10% tidak cukup untuk menutupi biaya operasional. Karena itu saya mendatangi Pasar Pagi Mangga Dua dengan berharap mendapat harga yang lebih murah…namun ternyata sama saja. Akan sulit untuk berdagang dengan harga yang kompetitif jika menggunakan harga dari mereka. Otak saya mikir, pasti ada distributor barang-barang mainan tersebut. Strategi ala detektif pun digunakan. Saya libatkan supir saya, tugasnya untuk mengawasi mobil-mobil box yang mengantar barang-barang mainan ke toko-toko di Pasar Pagi dan menanyakan ke supirnya darimana asal barang tersebut. Syukurlah, dari para supir mobil box tersebut saya mendapatkan info tentang 3 distributor (importir). Lalu langkah selanjutnya bisa ditebak yaitu mendatangi ketiga distributor tersebut untuk melihat jenis mainannya. Harga dari distributor memang sangat murah, berkisar 30-40% di bawah harga Pasar Gembrong dan Pasar Pagi. Namun, sistemnya harus beli putus dan tidak ada sistem konsinyasi. Oleh karena itu, saya berbelanja barang dagangan untuk mengisi website saya. Bisnis online shop pun dimulai…horeeee !
Karena website saya sudah ada di peringkat atas Google, orderan pun mulai berdatangan. Ada yang membeli satuan, ada yang membeli banyak untuk dibagi-bagi pada ulang tahun anaknya, ada yang dari pedagang dari luar kota. Para pembeli pun berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Makasar, Banjarmasin, Pontianak, Medan, Padang, Jambi, Riau, bahkan ada juga yang dari tempat terpencil di Kalimantan yang berjarak 4 jam dari ibukota provinsi. Amazing. Karena harga mainan dagangan saya tidaklah murah karena bermerk terkenal (branded).
Setelah 2 bulan beroperasi, tawaran dari produsen mainan anak-anak pun berdatangan. Mereka menawarkan kerjasama secara konsinyasi dimana saya hanya memajang foto produk mereka di website saya, lalu ketika ada pembeli, saya transfer uang ke produsen, lalu produsen akan mengirimkan barang ke pembeli menggunakan nama website saya. Fantastis ! Saat itu ada 6 rekanan saya.
Beberapa pelajaran penting yang saya dapatkan selama berbisnis online adalah:
- Teknik SEO untuk membuat website berada pada peringkat atas (halaman 1) di Google sangatlah penting karena kebiasaan orang Indonesia adalah mencari informasi melalui Google sebelum berbelanja.
- Di website saya sediakan fasilitas pemesanan barang. Namun sangat jarang orang yang menggunakan fasilitas tersebut walaupun saya memberikan diskon hingga 20% jika pemesanan barang dilakukan via website. Mayoritas orang memesan barang dengan menelepon langsung. Ini mungkin disebabkan karena calon pembeli ingin mengetahui apakah si penjual adalah benar-benar penjual ataukah penipu. Orang Indonesia belum terlalu percaya kepada toko online karena banyaknya penipuan yang dilakukan pedagang nakal. Untuk mengatasinya, meminta calon pembeli untuk terhubung dengan akun Facebook kita akan sangat membantu, juga cara menjawab telpon sangat berpengaruh untuk meyakinkan calon pembeli.
- Cara pembayaran yang saya berlakukan adalah dengan transfer uang sebelum barang dikirim, tidak dengan kartu kredit karena kebanyakan orang Indonesia khawatir berbelanja online menggunakan kartu kredit karena banyaknya kejahatan pembajakan kartu kredit. Namun sistem pembayaran sebelum barang dikirim memiliki tantangan tersendiri karena memerlukan kepercayaan dari calon pembeli (lihat nomor 2 di atas).
- Cantumkan akun Facebook anda di website untuk membangun kepercayaan calon pembeli. Buatlah juga Fan Page di akun Facebook anda yang isinya catalog barang yang sama dengan isi website toko online anda.
Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
SIMILAR ARTICLES
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.





Yeeeessss……. Akhirnya keluar juga kisah inspiratif dari orang yang “khatam” belajar SEO. Terus terang, semua orang di sekeliling saya bermimpi untuk bisnis online…
langsung sy print & share tulisannya untuk memacu mereka memulai membangun mimpi2nya…
ditunggu share berikutnya mengenai detil dari 4 langkah di atas…
Sarjana Elektro, belajar hukum, belajar SEO, berbisnis mainan anak… mantap surantap bro Franz…