Mencoba cabe-cabean

Mencoba cabe-cabean

by -
4 2098

Berbagai jenis cabe

Ini cerita tentang pengalaman mencoba cabe-cabean, cabe sebenarnya (cabe emang punya arti lain? 😉 )  Jangan salah cabe… 😀

Waktu kecil, saya tidak suka cabe, selain pedas, cabe membuat sakit perut. Saat pindah ke Manado, terpaksa mencoba-coba menyukai cabe karena semua makanan ada sambalnya. Kalau tidak bisa makan cabe, pilihannya sangat terbatas, rugi amat.

Pengalaman per-cabe-an bertambah saat pindah ke Bandung. Siapa yang tahan lihat teman-teman makan gorengan dengan cabe rawit/cengek (thai chili) dengan lahapnya. Awalnya mencoba satu cabe per gorengan, naik setahap demi tahap sampe 4-5 cabe. Segala macam sambal sudah dicoba dan semakin lama semakin percaya diri urusan per-cabe-an.

Cabe rawit
Cabe rawit

Setelah berpindah-pindah ke beberapa tempat, akhirnya saya nyasar di Austin, Texas. Texas berbatasan langsung dengan Mexico sehingga banyak makanan disana dipengaruhi oleh makanan Mexico. Makanan yang pedas-pedas banyak jenis rupanya. Bulan pertama, anak Indonesia disana mengajak makan siang bersama dan menunjukkan cabe hijau yang gede. Dia bilang ini cabenya pedas, hati-hati nanti tidak tahan. Saya dalam hati berkomentar apa sih yang lebih pedas dari cabe rawit. Maklum merasa sudah jagoan cabe 😀 Nama cabenya Jalapeno (baca: halapenyo, salah juga sebut namanya waktu itu). Setelah makan jalapeno, pedasnya tidak terasa, malah agak manis, menambah nafsu makan. Saya pikir kalau ini dikatakan pedas, apalagi cabe rawit.

Jalapenos
Jalapeno

Selang beberapa waktu, teman-teman mengajak saya makan chicken wing di Pluckers (http://www.pluckers.com). Tempat ini sering dipenuhi mahasiswa menonton College Football & Basketball. Ada menu chicken wing namanya Fire in the Hole. Ini terkenal paling pedas, dan ada record bagi yang sanggup makan wing terbanyak. Tertarik untuk mencoba, langsung pesan dan makan tanpa tanya-tanya lagi. Teman sudah wanti-wanti ini pedasnya tidak kira-kira. Tapi dari pengalaman sebelumnya, saya lebih percaya diri dalam per-cabe-an. Saya pikir berbekal tahan cabe-rawit akan sanggup mengatasi pedasnya Fire in the Hole. Wing pertama dimakan, pedasnya sudah terasa. Makan wing ketiga, soft drink sudah diminum untuk hilangkan rasa pedas. Saat wing sudah habis, tangan terasa panas dan tanpa disadari bibir sudah jontor karena pedasnya. Teman sampai mengeluarkan air mata saat makan satu wing saja. Keesokan harinya lebih parah lagi, tapi tidak membuat saya kapok. Masih dalam kondisi denial, saya pikir makanan pedas karena dicampur merica atau spice lainnya sehingga lebih pedas dari cabe rawit.

habanero
Habanero

Setelah berkali-kali mencoba Fire in the Hole, lidah dan perut jadi terbiasa. Mulai mencari-cari yang lebih pedas lagi, saya mencoba makanan dengan saos habanero. Kalau dilihat gambarnya, habanero tidak terlihat menyeramkan. Tanpa baca reference tentang cabe, saya berpikir cabe ini pasti tidak sepedas cabe rawit. Pertama mencoba saos habanero, pedasnya tidak terasa seperti cabe rawit di lidah. Sesudah beberapa saat, baru terasa pedasnya, tenggorokan dan dada terasa panas. Saat sadar bahwa cabe rawit beberapa kelas dibawah habanero, badan sudah terasa tidak karuan dan air es sudah diminum beberapa gelas. Perut mulas dan melilit, keesokannya lebih parah lagi.

Rasa penasaran, saya mulai mencari tahu tentang pedasnya cabe dan ketemu yang dinamakan scoville scale. Dari scale tersebut, cabe rawit alias thai chili ada ditengah. Jadi pengalaman bertahun-tahun dengan cabe rawit tidak ada artinya dalam dunia per-cabe-an 😮 Kalau diumpamakan dalam dunia sekolah, masih tahap sekolah dasar.

scovilleUntuk menambah pengalaman per-cabe-an, saat menghadiri pesta pernikahan teman di Pittsburgh, Pennsylvania, saya mencoba chicken wing yang terkenal pedasnya Quaker Steak & Lube http://thelube.com/. Order chicken wing dengan saos Atomic. Sebelum makan harus tanda tangan yang menyatakan tidak akan menuntut dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Saat chicken wing disajikan, saya masih pikir-pikir dimakan apa tidak ya.. teman ada mencoba dulu, baru sekali gigit, mereka menyerah. Saya tertantang dan langsung mencoba. Baru dua kali gigit, tiba-tiba lidah tidak berasa apa-apa, seperti mati rasa. Mungkin karena pedasnya, saraf dilidah sudah shutdown duluan 😀 Karena takut terjadi apa-apa dengan perut, akhirnya cuma makan 2 wing. Untung minuman free refill, karena sesudah makan, beberapa gelas soft drink diperlukan untuk menghilangkan pedas 🙂

Cabe-cabean mempunyai arti lain yang menarik. Tapi cabe-cabean arti sebenarnya menarik juga untuk dicoba, asal menyiapkan air minum dingin dan obat sakit perut 😀

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+Share

SIMILAR ARTICLES

0 1273

4 COMMENTS

Leave a Reply