Authors Posts by Ketut Adnyana

Ketut Adnyana

87 POSTS 1 COMMENTS

by -
0 303

Sukses bukan di ukur dari deretan gelar, timbunan harta, atau tumpukan sertifikat…… namun dari kebahagiaan di dalam diri, juga damai dan cinta kasih yang ditebar bagi banyak orang…. demikianlah status yang di tulis oleh salah satu teman saya di facebook yang tiba-tiba membuat saya berefleksi merenung dengan apa yang ia tulis lengkap dengan foto dirinya memikul beban upacara di atas kepalanya mirip seperti foto anak-anak yang kerap membantu orang tuanya mengais rejeki di pasar tradisional di bali disaat pagi hari.

Di jaman yang serba digital yang terhubung oleh jaringan internet dimana kita bisa berkomunikasi 24 jam dengan teman-teman kita, terkadang kita sering terjebak dengan perilaku yang sering membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, seberapa jauh pencapaian keberhasilan yang kita capai ataupun seberapa banyak harta yang sudah kita himpun dari hasil jerih payah kita, yang membuat seolah-olah sumber kebahagiaan selama kita hidup di dunia ini adalah di ukur dari banyaknya uang yang kita miliki atau suksesnya karir yang sudah kita capai. Namun setelah membaca status teman di facebook yang saya sebutkan diatas seperti mengingatkan saya kembali bahwa sumber kebahagiaan yang sesungguhnya adalah kebahagiaan didalam diri dan juga kebahagiaan yang kita tebar dilingkungan kita atau kita tebar keberbagai orang.

20106576_10210291966563323_3664079610989752463_nTidak sedikit memang mereka yang memiliki deretan gelar yang panjang, ataupun mereka yang memiliki timbunan harta yang banyak, atau mereka yang memiliki berbagai jenis usaha mengalami kesulitan dalam tidur ataupun sering tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena alasan selalu kepikiran dengan target yang harus ia capai ataupun karena padatnya jadwal kegiatan yang menanti yang harus dilaksanakannya ketika ia bangun dari tidurnya. Semua permasalahan ini tidak lain bersumber dari alasan karena mereka ingin menjadi yang terbaik diantara teman-temannya, sehingga ia harus membiasakan diri dengan kehidupan yang stress yang selalu penuh dengan tekanan. Salahkah mereka ? tentu tidak, karena setiap orang bebas memilih jalan hidupnya masing-masing, dan setiap orangpun bebas mendifinisikan makna dari kebahagiaan itu sendiri.

Namun ketika membaca status teman di facebook , seperti mengingatkan saya akan tujuan dari hidup yang sesungguhnya adalah selalu menjaga keseimbangan dengan cara selalu melihat kebelakang bila kita sudah terlalu jauh berlari kedepan, atau selalu melihat kebawah bila kita sekiranya terlalu tinggi menatap keatas. Ketika kita merantau jauh kenegeri orang, sering seringlah “mengunjungi” kampung halaman tempat kelahirang kita, atau sering-seringlah menyapa teman-teman semasa kecil kita di kampung halaman, sehingga kita bisa mengenali diri kita dengan lebih baik dengan penuh rasa syukur.

IMG_2497aBergabung dengan group facebook kampung halaman,  memberikan saya banyak informasi tentang keadaan terkini teman-teman ketika saya kecil di kampung halaman,  yang entah karena alasan pribadi atau karena alasan melanjutkan tradisi keluarga menjadi penekun spiritual ataupun menjadi pemimpin upacara agama yang artinya ia harus ikhlas mengabdikan dirinya menjadi “pelayan” Tuhan untuk membantu umat sedharma, dan hidup secara ekonomi biasa saja dalam kesederhanaan. Tidak bahagia kah mereka dengan dengan jalan hidup yang di pilihnya sekarang. tentu pertanyaan kebahagiaan seperti ini tidak selalu bisa di ukur dengan uang dan parameter keduniawian lainnya. Saya bahkan melihat foto-fotonya di facebook lebih banyak tersenyumnya bila dibandingkan dengan foto-foto yang saya miliki. Karena yang ia yakini membantu warga dikampung dengan memimpin jalannya upacara keagamaan memberikan kebahagiaan tersendiri baginya.

fotoCerita ataupun berita dari kampung halaman tidaklah terhenti seputar perjalanan hidup ataupun pilihan hidup yang ditempuh teman, melainkan tidak jarang saya membaca berita duka teman-teman kecil sepermainan di kampung halaman yang sudah mendahului menghadap kepada NYA, beberapa diantaranya ada yang terpaksa meninggalkan keluarga kecilnya ataupun meninggalkan istri dan anak-anaknya yang masih kecil dan membiarkannya untuk berjuang melanjutkan hidup tanpa keberadaan dirinya. Sedihkah keluarga yang ditinggalkannya, tentu tidak sepenuhnya benar. Karena seperti kata pepatah, anything happen, happen for a good reason… begitu juga dengan warga dikampung, mereka juga meyakini demikian, suratan Tuhan tidak ada yang terjadi karena suatu kebetulan. Dan mereka pun tetap meyakini mampu melanjutkan hidupnya selama ia bisa menyesuaikan gaya hidupnya sesuai dengan kondisi dan penghasilan yang ia miliki, karena kebahagiaan tidaklah hanya bersumber dari banyaknya harta, melainkan bersumber dari keikhlasan hidup, kedamaian hati, dukungan keluarga dan masyarakat sekitarnya. Dalam kesederhanaanpun sesungguhnya kita masih tetap bisa bahagia, selama kita ikhlas dan bersyukur.

Hikmah yang bisa saya petik dari banyaknya informasi yang bersliweran ataupun dari begitu cepatnya pertukaran data  yang saya dapatkan dari internet ataupun dari facebook dan whatsapp, baik itu yang berbagi berita kegembiraan ataupun berita kesedihan, melihat orang yang berhasil ataupun melihat orang yang belum berhasil, adalah semakin membuat saya untuk selalu bersyukur dengan kondisi saya sekarang yang masih diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Peristiwa yang terjadi pada orang lain yang sempat saya dengar ataupun sempat saya lihat atau sempat saya baca tidak lain adalah kepanjangan dari pesan-pesan Tuhan agar saya bisa berefleksi.

Setiap orang yang kita temui tidak lain adalah “Tuhan”. Jika kita melihat seseorang yang murah senyum atau dermawan, itu adalah sosok Tuhan Yang Maha Pemurah. Dimana kita di ingatkan agar kitapun berperilaku demikian untuk selalu bermurah hati kepada orang lain. Karena sesuatu yang kita lakukan hanya untuk diri kita sendiri akan mati bersama kita. Sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain dan dunia akan bertahan dan abadi. Demikian sebaliknya, bila kita mendengar ataupun melihat berita ataupun peristiwa tidak baik, tidak lain maknanya adalah kita di ingatkan Tuhan untuk selalu mawas diri dan selalu menjaga diri kita ataupun keluarga kita dengan sebaik-baiknya, agar kita bisa terhindar dari peristiwa itu.

10349981_10152009057021946_6196975055578062584_nPenyakit terkadang tidak hanya datang dari makanan atau minuman, fakta bahkan menyebutkan sebagian besar penyakit timbul akibat pikiran yang negatif. Hanya dengan berpikir positif, menyayangi sesama, menyayangi alam dan lingkungan, menyayangi mahluk hidup lainnya, secara tidak langsung mampu membuat kita bahagia. Karena makna dari kebahagiaan itu sendiri adalah apa yang terjadi di dalam diri ketika kita mampu membuat orang lain bahagia, entah itu lewat tulisan yang menginspirasi, ataupun lewat berbagi berita positif, ataupun berbagi sedekah, berbagi joke sehingga mampu membuat orang lain tertawa ataupun tersenyum, dan lain-lain.

Akhir kata, mari kita belajar berbagi kebahagiaan mulai sekarang.

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+Share

by -
0 291

Olaa…Bom Dia…. begitulah sapaan pertama yang saya terima ketika baru mendarat di bandara São Paolo (baca: Sam Paolo). Sekilas terkesan budaya penduduk brasil tidak berbeda jauh dengan budaya penduduk di tanah air yang ramah dan relax. Orang yang menjemput saya pun sangat ramah, walaupun ada keterbatasan dalam berbahasa inggris namun ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjalin komunikasi dengan saya.

Sembari meluncur ke tempat tujuan yang berjarak sekitar 3 jam dari bandara, sayapun diajak melintasi kota metropolitan São Paolo yang kurang lebih sama dengan kota metropolitan lainnya seperti Jakarta. Kota sub urban yang saya lintasi yang mengelilingi kota São Paolo tampak dari jalan tol juga kurang lebih sama dengan kota sub urban bekasi penunjang kota jakarta.

4Yang mungkin membedakan kota Sao Paolo dengan kota Jakarta adalah banyaknya apartement tinggi yang sepertinya affordable untuk masyarakat kota Sao Paolo, sehingga tampak merata dan tidak terlalu mencolok terlihat antara si kaya dan si miskin. Perbedaan lainnya yang juga saya amati adalah ukuran mobil yang agak kecil ukurannya dan jumlah sepeda motor yang tidak terlalu banyak atau tidak sebanyak jumlah motor yang ada di setiap kota di tanah air.

Budaya disiplin mengemudi ataupun disiplin berkendaraan motor di brasil memang tidak serapi di jerman, tapi saya amati tetap lebih baik dari budaya disiplin berkendaraan motor di tanah air yang sering zigzag mengabaikan marka jalan yang ada. Ini mungkin disebabkan karena ada pengaruh budaya eropa khususnya budaya portugis yang mendominasi ras masyarakat brasil, dimana mereka masih menghormati hukum ataupun aturan berlalu lintas di jalan raya.

Hampir 3 jam melaju di jalan toll , akhirnya saya pun tiba di tempat tujuan dan langsung memulai aktiitas. Seperti sudah terbiasa merantau dan terbiasa menjadi tamu di daerah orang lain, saya pun tidak mengalami kesulitan dalam berbaur dengan customer yang saya tuju. Dimana kaki berpijak disana langit di junjung, selalu teringat di benak pikiran saya, dan saya pun berusaha belajar sepatah dua patah kata bahasa portugis hanya untuk berusaha bisa berbaur dengan mereka. Apapun isi percakapan saya dengan masyarakat brasil, tidak pernah lupa saya selipkan pujian kepada mereka tentang kelezatan makanannya, keindahan daerah brasil, ataupun tentang kemajuan industrie di brasil. Karena saya meyakini setiap human being pada prinsipnya senang di puji, dan pujian pun ibarat minyak pelumas yang mampu melicinkan jalannya mesin, begitu juga dengan memberikan pujian kepada rekan rekan di brasil semakin membantu komunikasi dan pekerjaaan saya selama di brasil.

6Hari demi hari berlalu tidak terasa karena disibukkan dengan pekerjaan ditemani rekan kerja dari jerman yang memang sudah hampir setahun di lapangan. Disamping itu juga menu makan siang keseharian di tempat kerja yang memang tidak jauh berbeda dengan masakan asia yang di dominasi dengan nasi yang walaupun agak keras namun tetap enak untuk dimakan. Sayuran kacang-kacangan yang melengkapi menu nasi hampir setiap hari di sajikan di kantin tempat bekerja, semakin membuat saya nyaman karena lidah asia yang juga terbiasa dengan sayur kacang-kacangan. Dan yang terakhir menu daging ataupun ikan yang bumbunya sama persis dengan bumbu di tanah air menjadikan menu makan siang di kantin tempat kerja serasa membuat saya sedang berada di asia.

Dan tiba saatnya, setelah hampir 3 minggu di lapangan, sayapun harus kembali ke jerman meninggalkan customer dan rekan kerja saya dari jerman juga. Seperti kata pepatah, setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Hal itupun berlaku pada kunjungan saya ke brasil. Persahabatan dan kerjasama singkat dengan customer serta dengan rekan kerja harus berakhir. Rekan kerja yang sebelumnya tampak senang mendapatkan teman tampak begitu sedih ketika ditinggal. Seperti memang sudah menjadi takdir bagi laki laki yang berkewajiban bekerja mencari nafkah, yang terkadang dihadapkan kepada pilihan bertugas jauh dari keluarga namun mendapatkan kompensasi dari penghasilan tambahan uang jalan. Kembali bertugas di kantor namun tidak ada tambahan uang jalan. Masalah dilematis ini sepertinya dihadapi oleh rekan kerja saya, yang sempat membawa istrinya menemaninya merantau di brasil, namun sayangnya istrinya tidak betah di brasil dan harus kembali ke jerman meninggalkannya seorang diri di lapangan.

Singkat cerita, saya kembali ke airport Sao Paolo di antar oleh sopir yang menjemput saya sebelumnya. Percapakan ringan sambil di selipin bahasa portugis ala kadarnya pun mengisi komunikasi saya dengan yang mengantar saya selama perjalanan menuju airport. Ia sempat menanyakan kepada saya bagaimana pendapat saya tentang brasil, dan sayapun mengatakan bahwa saya senang dengan brasil, senang dengan masakan brasil, dan senang dengan keramahan masyarakat brasil.

3Iapun selanjutnya bertanya kepada saya, bagaimana pendapat saya mengenai wanita brasil….. ? hahaha …. Komunikasi yang semula terjalin santun akhirnya pecah dengan ketawa… karena seperti sudah saya duga sebelumnya… obrolan laki-laki entah itu dari asia ataupun dari belahan bumi lainnya seperti dari brasil memang tidak jauh dari cerita “harta-tahta-wanita” , sayapun menjawab dengan diplomatis bahwa wanita brasil cantik-cantik seperti apa yang sering saya lihat di televisi. Saya juga menyampaikan kepadanya dengan jujur bahwa ketika saya pertama kali mendarat di airport Sao Paolo, yang pertama kali ingin saya ketahui sesungguhnya adalah wanita brasil seperti apa rupa dan ragamnya di Negara aslinya di brasil. Dan memang benar mereka memang tampak cantik cantik seperti yang biasa saya tonton di televisi.

Mengakhiri cerita ringan saya kali ini, bisa memiliki kesempatan mengunjungi brasil, sedari awal tidak pernah terpikirkan oleh saya. Negara Brasil yang sepertinya bergerak menuju arah Negara industrie, membuat masyarakatnya sibuk atau di sibukkan dengan pekerjaannya masing masing, dan hampir jarang terdengan percakapan politik diantara mereka. Perusahan yang banyak dijumpai di jerman hampir semuanya buka cabang di brasil dan menjadikan brasil sebagai pusat regional untuk memproduksi barang barang ataupun kendaraan mobil yang akan di jualnya di amerika selatan. Walaupun tampak ada berbagai etnis di masyarakat brasil seperti etnis eropa atau khususnya etnis portugis, etnis indian atau etnis asli amerika selatan , dan etnis afrika, namun di pengamatan saya mereka tampak kompak bersahabat. Ketika saya sampaikan bahwa saya berasal dari Indonesia, hampir setiap orang dari mereka mangatakan bahwa Indonesia is beautiful.

Di seumuran kita yang sudah cukup dewasa, saling hormat menghormati dan saling menghargai sepertinya sudah merupakan kewajiban kita untuk memulai dimanapun kita berada demi terjalinnya persahabatan. Mengutif pepatah jerman : “wie du in den Wald hineinruf so halt es wieder”, yang artinya bagaimana dikau berseru kedalam hutan, demikianlah gaung yang kembali kepadamu. Dengan menghormati orang lain terlebih dahulu, merekapun menghormati kita sebaliknya. begitulah kira-ira aturan yang berlaku dalam kehidupan sosial kita.

1Akhirnya setelah ngobrol panjang lebar ngalor ngidul, sayapun tiba di bandara, hingga saya sampaikan Obrigado yang artinya terimakasih, eu tenho que voar para a Alemanha .. saya harus terbang ke jerman, vê-lo na próxima vez… sampai jumpa dikemudian hari„. Kutipan percakapan seperti ini tentulah sudah saya persiapkan sehari sebelumnya dan sudah saya hapal berkali kali, agar bisa menjalin komunikasi dengan baik dengan yang akan mengantar saya ke bandara…. hehe…Sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan buat saya

 

by -
0 507

Ditengah ketidak menentuan situasi dunia, khususnya apa yang terjadi di negara Turki, menyebabkan hampir di setiap kota di Jerman terdapat demo besar besaran yang dilakukan oleh mereka yang mendukung (pro) pemimpinnya saat ini Erdogan atau mereka yang kontra Erdogan. Yang pro Erdogan karena bersimpati kepada erdogan yang hampir di kudeta oleh militernya, sementara yang kontra Erdogan karena Erdogan dianggapnya terlalu diktator dan membuat keputusan menutup akademi militernya serta memecat banyak  aparat pemerintahannya. Tidak sedikit ending story dari demonstrasi orang turki yang berlangsung di kota jerman itu berakhir dengan pengerusakan gedung milik perwakilan turki di jerman. Demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat perantauan turki di jerman tentulah sudah mendapatkan ijin dari pemerintah lokal jerman. Ada yang dilangsungkan di pusat kota, ada yang dilangsungkan di dekat Hauptbahnhof (stasiun kereta api), ada yang dilaksanakan di pinggiran sungai seperti di Köln, ada yang dilangsungkan di kantor pemerintahan turki di jerman seperti di kantor kedubes turki di jerman ataupun di kantor konsulat turki di jerman. Demonstrasi itu ditanggapi beragam oleh sebagian besar masyarakat jerman, hal ini saya amati dari komentar yang beredar di koran online ataupun di media sosial. Yang berkomentar hampir sebagian besar menanyakan kenapa masyarakat turki yang merantau di jerman ini berdemonstrasi di negeri jerman, bila memang masih mencintai kampung halamannya ataupun ke negaranya, kenapa mereka tidak kembali turki dan berdemo dinegaranya sendiri.

migratiKetidaksukaan masyarakat jerman melihat ketenangan negerinya terusik dengan demonstrasi yang tidak ada hubungannya dengan negerinya tentulah bisa di mengerti dan bisa terima dengan logika. Dengan terus bertambahnya komunitas turki di jerman setiap tahunnya, bagi sebagian besar masyarakat jerman menganggapnya ibarat sebuah bomb waktu yang suatu saat nanti seiring berjalannya waktu mungkin akan menjadi masalah sosial bagi negerinya atau yang di khawatirkan akan mungkin mengalahkan jumlah populasi warga asli jermannya, demikian salah satu komentar yang saya baca di facebook. Ketidak mampuan masyarakat turki untuk berintegrasi dengan budaya asli jerman, baik itu warga turki yang sudah lama menetap di jerman ataupun yang baru datang di jerman. Dan kebiasaan masyarakat turki hidup berkelompok didalam komunitasnya sendiri di jerman, menghambat program integrasi yang ditetapkan pemerintah jerman kepada para pendatang agar bisa berbaur dengan warga lokal.  Koran Spiegel online bahkan pernah memuat dokumen yang di tandai sebagai dokumen rahasia namun boleh di ketahui oleh publik dan dalam dokumen itu tertulis: “Orang Jerman tidak mempunyai masalah dengan orang Portugal, Italia bahkan dengan orang Asia Tenggara, karena komunitas mereka mampu menyatu dengan baik, Tapi orang Turki datang dari budaya yang khas dan tidak bisa bisa menyatu dengan baik.“ Dan didalam dokument itu juga dituliskan sejarah kedatangan warga turki ke jerman atau di mulainya warga turki bermigrasi ke Jerman pada bulan Oktober tahun 1961 ketika perjanjian kerjasama perekrutan buruh tenaga kerja ditandatangani kedua negara. Di dalam dokument rahasia itu memang tertulis secara explisit efek samping dari perjanjian kerjasama mendatangkan migrant turki ke jerman yang permasalahannya dirasakan oleh pemerintahan jerman yang sekarang.

merkelWalaupun issue imigrant merupakan masalah sensitif dikalangan masyarakat jerman, Namun pemerintahnya sendiri tidaklah pernah berhenti untuk memberikan suaka politik kepada mereka yang ingin mengadu nasib atau berkeinginan untuk menetap di jerman. Kebijakan pemimpin Jerman Angela Merkel menerima pengungsi suriah yang termasuk terbesar diantara negara negara yang tergabung dalam Uni Eropa, yang walaupun kebijakannya di tolak oleh masyarakatnya sendiri, Angela Merkel dengan keteguhan prinsipnya tetap berkeyakinan bahwa negeri jerman sebagai negeri yang makmur wajib untuk membantu masyarakat internasional untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kebijakan menerima Refugee (atau dalam bahasa Jerman Flüchtlingen) dari Suriah (Syria) seakan seperti membangunkan macan yang tertidur pulas. Masyarakat Jerman yang terkenal tidak begitu peduli dengan politik karena selalu sibuk dengan bekerja seperti terpaksa menunda liburannya untuk ikut serta berdemo menentang kebijakan pemimpinnya untuk tidak (terlalu banyak) menerima pencari suaka untuk tinggal di Jerman. Dan lagi lagi karena permasalahan imigrant ini, mau tidak mau kedatangan pengsungsi suriah kemudian di hubung hubungkan dengan peristiwa kedatangan warga turki di tahun 1961 yang kian tahun jumlahnya kian bertambah banyak. Bundes Kanselerin Angela Merkel kembali menegaskan keteguhan sikapnya pada kebijakannya untuk menerima pengungsi dihadapan lawan politiknya dan dihadapan masyarakat Jerman. Merkel bahkan mengecam negara-negara Eropa Timur yang memasang pagar baru di Eropa, yang mencerminkan ketidaksudian belajar dari kenangan hidup pahit mereka ketika berada di balik Tirai Besi tatkala masih jadi negara Komunis. Dan Merkel juga mengkritik sikap pilih kasih dalam menerima pengungsi, dan mengatakan apa gunanya membela orang-orang Kristen di seluruh dunia, sementara menutup pintu bagi pengungsi Muslim. Merkel pun berulang ulang mengatakan : Untuk Apa Jadi Kristen Kalau Menolak Pengungsi Muslim?

CaptureKehadiran para pengungsi pencari suaka politik yang sudah tiba di negeri jerman tidaklah mudah untuk dikembalikan ke negeri asalnya. Tapi masyarakat jerman tetaplah menyesali keputusan pemimpinnya dan bahkan menanyakan kepada pemerintahnya kenapa negara Jerman termasuk negara yang menerima jumlah suaka paling banyak di Eropa bila di bandingkan dengan negara tetangganya di Eropa yang di khawatirkan akan menimbulkan masalah sosial di masyarakat.  Peristiwa penembakan yang terjadi di kota Munchen yang dilakukan oleh anak perantauan dari Iran yang berumur 18 tahun dianggapnya sebagai sebuah kegagalan dari program integrasi yang diterapkan pemerintah jerman, ada juga yang menganggapnya sebagai akibat dari kebijakan pemerintah jerman yang begitu lunak dalam menerima pendatang, dan ada juga yang menanggapnya sebagai kegagalan berintegrasi dari pendatang itu sendiri dengan lingkungannya ataupun di sekolahnya. Peristiwa bomb bunuh diri yang terjadi di kota Ansbach (kota dekat Nürnberg) yang dilakukan oleh pendatang suriah yang lamaran suaka politiknya di tolak, seperti memberikan pembenaran kepada apa yang dikhawatirkan oleh masyarakat asli jerman yang merasa kota kota di jerman saat ini mulai tidak aman lagi. Tapi walaupun terdapat permasalahan yang diakibatkan oleh segelintir pengungsi ataupun oleh keturunan pengungsi yang gagal berintegrasi, Angela Merkel kembali meyakinkan warganya dengan mengatakan: Lernt einfach mal einen Flüchtling persönlich kennen, yang artinya “belajarlah berkenalan dengan para pengungsi itu secara pribadi” dan juga menyarankan kepada para pengungsi untuk cepatlan belajar beradaptasi dengan budaya serta adat istiadat di jerman sehingga bisa hidup berbaur.

img_eventsMengakhiri cerita ringan saya kali ini, tidak ada maksud saya untuk mengungkapkan hal hal yang sensitif untuk di baca di artikel ini. Dan sayapun sebagai pribadi tidak punya masalah dengan para pendatang dari Turki ataupun dari negeri lainnya. Tapi  yang ingin saya bagi ceritanya di artikel ini dan yang tentunya menarik buat saya adalah berbagi cerita perjuangan para perantau untuk memperbaiki masa depannya, keberanian mereka merantau jauh untuk menimba pengalaman hidup dengan segala suka dan dukanya. Perjuangan seperti ini tentu ada hikmah yang bisa saya petik dan bisa saya pelajari bagaimana mereka beradaptasi dengan perbedaan, membiasakan diri hidup dalam kemajemukan, berusaha mengerti perbedaan orang lain. Begitu juga saya pelajari sifat dan sikap warga asli jerman yang dalam posisi harus menerima warga pendatang karena kebijakan pemerintahnya. Dari permasalahan sosial kemasyarakatan seperti ini memberikan masukan kepada saya, agar kita bisa diterima dengan baik dilingkungan kita, adalah penting untuk menerapkan dalam kehidupan kita: dimana bumi di pijak disanalah langit di junjung, hal ini mengingatkan saya akan prinsip keharmonisan dan proses adaptasi yang juga dikenal di bali yaitu “Desa Kala Patra”  untuk belajar berbaur dengan meghormati adat istiada daerah ataupun negara dimana kita tinggal sesuai dengan Desa (Tempat), Kala (Waktu), Patra (Kondisi).

by -
0 597

Entah kenapa kalau saya berselancar di internet selalu selalu memiliki ketertarikan membaca berita yang ada hubungannya dengan teknologi atau yang ada hubungannya dengan dunia IT ataupun produk baru yang sering di umumkan di koran online ataupun diberitakan di timeline facebook. Berita seperti ini selain menambah pengetahuan saya sembari jalan jalan di internet, juga secara tidak langsung ikut mengingatkan saya bahwa belajar tidak mengenal kata terlambat. Tapi ketika saya membaca berita tentang perusahan ataupun produknya yang ditutup untuk selamanya, ada perasaan sedih mensikapi peristiwa yang dialami perusahan tersebut, apalagi saya pernah menggunakan produknya. Yang terbaru adalah ketika mendengar bahwa Yahoo di beli oleh Verizon. Atau ketika membaca berita Yahoo Messenger tidak lagi aktif karena kalah bersaing dengan messenger lainnya seperti whatsapp, telegram, snapchat, dll. Kalau di rinci satu persatu tentu masih ada banyak lagi perusahan yang berpindah tangan atau memang di tutup selamanya, seperti jejaring sosial friendster, hotmail messenger, dll. Berita kebangkrutan perusahan dan produknya setidaknya mengingatkan saya bahwa segala sesuatunya didunia ini akan memiliki masa kemunculannya, masa pertumbuhannya, masa kejayaannya, dan masa penurunannya, atau bahkan masa kepunahannya. Singkat kata: Semua memiliki Masanya.

hidupAda masa masa berhasil (masa jaya) dan ada juga masa masa gagal. Bila kita masih dalam tahapan pencarian jati diri dan ingin belajar banyak dari cerita atau pengalaman perjalanan hidup orang lain atau perjalanan sebuah perusahan, cerita yang mana sebaiknya perlu kita pelajari? Dari beberapa artikel yang saya baca di internet, saran yang paling mengena buat saya adalah yang menyarankan untuk mempelajari cerita kegagalan seseorang atau cerita kegagalan sebuah perusahan seperti apa yang di ungkapkan oleh pepatah berikut ini: „do not read success story because you will get only message, read failure story you will get some ideas to get success. Dan memang benar selalu ada value yang bisa saya ambil hikmahnya dari cerita kegagalan orang lain. Dan bila seandainya dalam hidup ini “mata kuliah kegagalan” memang wajib di ambil ataupun wajib di jalani dalam perjalanan hidup kita, banyak yang menyarankan sebaiknya di ambil atau di selesaikan ketika kita masih muda usia. Kesulitan hidup yang dijalani ketika kita masih muda akan bisa membentuk fondasi karakter yang kuat dalam mengahdapi tantangan hidup kedepan. Demikianlah kutipan artikel yang selalu saya ingat. Ibarat kata pepatah tidaklah mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal. Bila sudah pernah mengalami masa sulit, akan membantu menyeimbangkan pikiran kita bila saatnya mengalami masa jaya. Kitapun bisa terhindar dari perasaan yang terlalu bergembira bila hidup lagi senang, ataupun terhindar dari perasaan sedih berlarut larut bila hidup lagi meredup.

Deutschland-Map1Memiliki kepribadian yang seimbang banyak saya temui dari orang orang jerman dalam keseharian hidup, apapun profesinya hampir semuanya memiliki kesetaraan. Entahlah apakah dikarenakan Jerman merupakan negara yang menganut paham sosialis atau karena negeri Jerman pernah mengalami kegagalan ataupun kehancuran ketika perang dunia ke 2. Dari pengalaman hidup para pendahulunya, sepertinya kepribadian orang jerman saya amati, baik itu yang kaya ataupun yang miskin hampir tidak beda jauh. Yang kaya hidup tidak terlalu menonjolkan kelebihannya, dan mereka yang kurang mampu juga tidak terlalu merendahkan dirinya. Mungkin karena mengalami masa masa sulit sudah pernah mereka lalui, dan menjadi negeri makmur ataupun mengalami masa makmur pun jadi biasa biasa saja. lebih lanjut bercerita mengenai kota atau wilayah yang pernah mengalami masa jaya kemudian mengalami masa suram namun sekarang berusaha untuk bangkit lagi saya amati terjadi di kota kota yang ada di barat daya jerman yang merupakan bagian dari Negara bagian NRW (Nord Rhein Westfallen). Kota Duisburg yang terletak di negara bagian NRW, pada masa keemasannya bersama kota tetangganya Gelsenkirche di Ruhrgebiet pernah menjadi kota industri tambang terbesar di jerman. Sebagai pusat logistik dan pusat industri besi dan baja, Duisburg memang tidak bisa menghindar dijadikannya sebagai target utama bagi sekutu pada perang dunia 2, di bombardir hingga kota Duisburg menjadi porak poranda. Melengkapi keruntuhan kota Duisburg yang di dukung dengan menipisnya kandungan besi dan baja di daerah tambang di Duisburg semakin mempercepat meredupnya perekenomian kota ini dan mempercepat keruntuhan kebesaran kotanya hingga akhirnya mulai di tinggalkan oleh perusahan pendukung industri tambang. Sisa sisa kebesaran jaman dulu kota ini sesungguhnya masih bisa di lihat jelas dari saksi bisu Hauptbahnhof (stasiun kereta api) di pusat kota Duisburg yang berukuran cukup luas namun terlihat tua. Setelah menyadari masa kejayaan industrie tambang Negara bagian NRW sudah berakhir, kota kota yang tergabung didalam NRW mulai untuk bangkit lagi dengan industrie yang sesuai dengan kekinian seperti IT, Semikonduktor, dll.

Siemens-Elektroauto-Motoren1Bagaimana dengan industrie Otomotive Jerman yang sejak lama bersama dengan Jepang mendominasi pasar penjualan mobil dunia akankah mereka memiliki masa jaya yang abadi. Jawabannya tentulah tidak. Dengan dimulai dibukanya keran pasar bebas di eropa, mobil dari china dan korea dengan harga yang terjangkau, sedikit banyak membuat industrie mobil jerman mulai berbenah. Munculnya mobil Hybrid yang dikeluarkan Toyota atau mobil electric yang dikeluarkan oleh rakitan mobil dari Amerika yaitu Tesla, juga mulai menghantui industri mobil di Jerman, Merekapun tidak ingin terkubur oleh perkembangan jaman. Penelitian bersama antara perusahan mobil jerman dengan perusahan elektrik yang ada di jerman untuk megimplementasikan motor listrik mulai banyak dilakukan dan mulai banyak diberitakan oleh majalah mobil dan majalah elektri yang ada di jerman. Bekerja sama dengan Siemens dan Bosch, industry mobil jerman pun sepertinya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kompetisi mobil listrik menghadapi kompetitornya Tesla dari Amerika. Mereka menyadari masa jaya mobil berbahan bakar minyak mungkin suatu saat nanti akan mengalami masa penurunannya seiring dengan semakin terjangkaunya harga mobil yang bermotor electric. Tidak hanya terhenti pada penelitian bersama pada aplikasi pengembangan mobil bermesin elektrik, pemerintah jerman bersama dengan swasta terus berupaya mengembangkan energi listrik yang ramah terhadap lingkungan sebagai upaya untuk terus beradaptasi terhadap perubahan sang waktu, seperti energi listri tenaga surya, energi listri tenaga angin yang mereka yakini suatu saat nanti akan mengganti masa kejayaan pembangkit listrik yang berbahan bakar minyak ataupun gas.

onlineMengamati perubahan tanda tanda alam yang terus bergerak dinamis dan cepat memang mau tidak mau membuat kita sebagai individu dituntut untuk terus belajar tanpa henti dan tidak mengenal usia, agar kita tidak tenggelam terkubur oleh jaman. Kejayaan pasar jual beli barang barang bekas atau biasa kita kenal dengan pasar loak atau di jerman dikenal dengan nama Flohmarkt yang dijaman dulu selalu di tunggu tunggu oleh sebagian besar masyarakat untuk membeli barang barang murah, namun seiring dengan terjangkaunya biaya berlangganan internet di rumah, masyarakat jerman saat ini lebih tertarik berjualan dan berbelanja di toko online atau di flohmarkt online yang barangnya bisa di ambil sendiri atau dikirim lewat post. Termasuk saya sendiri bersama istri saya gemar berjualan dan berbelanja barang barang bekas di “Ebay Kleinanzeige” yaitu pasar jual beli online yang barangnya bisa di lihat dulu kerumahnya sebelum di beli atau orang lain bisa dating ke tempat saya sebelum membelinya. Pengetahuan tentang online marketing, online shop, berjualan online, berbelanja online, Marketplace, online payment, sepertinya saat ini adalah pengetahuan dasar dagang yang wajib kita pelajari untuk memudahkan hidup kita di masa yang sedang kita lalui saat ini, sehingga kita tidak hanya dijadikan sebagai object oleh digital marketing yang sedang berkembangan saat ini tapi juga bisa menjadi subject yang ikut meramaikan perkembangan dunia digital. Bila dikemudian hari era digital marketing ini akan punah, disaat itu juga kitapun harus siap belajar sesuatu yang baru demi untuk bisa ikut serta “menari” sesuai dengan ritme gendangnya sang waktu. Karena satu satunya yang kekal dialam ini hanyalah perubahan.